Mata Kuliah : Sains Untuk Anak Usia Dini
Program Studi : PG-PAUD Universitas Pendidikan Indonesia
Dosen : Ali Nugraha
I. DESKRIPSI MATA KULIAH
Mata kuliah ini ditujukan untuk membekali mahasiswa agar memiliki kemampuan dalam pengembangan pembelajaran sains pada anak usia dini. Pembekalan terutama terkait dengan konsep pembelajaran sains, penerapan , penilaian serta masalah-masalah yang dihadapi. Pembekalan dilakukan baik melalui kajian teoritis di kelas, studi kasus (observasi) di lapangan, serta simulasi/praktek langsung.
II. TUJUAN MATA KULIAH / STANDAR KOMPETENSI MATA KULIAH
Mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan:1. memahami secara konseptual pembelajaran sains bagi anak usia dini secara tepat.2. memiliki keterampilan dalam menerapkan pembelajaran sains pada anak usia dini secara efektif dan berkualitas.3. memililiki kemampuan menilai pembelajaran sains pada anak usia dini dengan tepat dan komprehenshif.4. mendeteksi segala permasalahan dan menemukan jalan keluarnya dalam pembelajaran sains pada anak usia dini.
III. POKOK-POKOK MATERI
|
Pertemuan Ke.. |
Komptensi Dasar |
Materi |
|
I |
Mahasiswa memahami hakekat sains yang meliputi: konsep sains, sains dalam kehidupan, serta keunggulan dan kelemahannya. |
Hakekat Sainsa. Konsep sainsb. Sains dalam kehidupanc. Keunggulan dan kelemahan sains |
|
II |
Mahasiswa memahami keterkaitan sains dan anak usia dini serta dapat mengidentifikasi nilai/manfaat sains bagi pengembangan anak. |
Sains dan Anaka. Hakekat anak usia dinib. Nilai/manfaat sain bagi pengembangan anak |
|
III-IV |
Mahasiswa memahami pentingnya pembelajaan sains bagi anak usia dini, baik terkait tujuan, karakteristik maupun ruang lingkupnya. |
Pentingnya pembelajaran sains bagi anaka. Tujuan pembelajaran sainsb. Karakteristik belajar anakc. Ruang lingkup materi sains untuk anak |
|
VII-XII |
Mahasiswa memiliki keterampilan dalam melaksanakan pembelajaran sains pada anak usia dini, baik perencanaan, media-sumber, maupun pengelolaan kelas/kegiatannya. |
Pelaksanaan pembelajaran sains :a. Perencanaan pembelajaraan sainsb. Pengembangan dan pemanfaatan media/sumber belajar sainsc. Pengelolaan kelas/kegiatan sainsd. Analisis Rekaman Praktek dari Lapangan (VCD) |
|
VIII |
UTS |
|
|
XIII-XIV |
Mahasiswa mampu melakukan evaluasi pembelajaran sains pada anak usia dini |
Evaluasi Pengembangan Sains:a. Definisi evaluasi pembelajaran sainsb. Jenis-jenis evaluasi pembelajaranc. Teknik/prosedur evaluasi pembelajaran sains |
|
XV |
Mahasiswa memahami pengembangan sains bagi anak yang berkebutuhan khusus |
Pembelajaran sains bagi anak berkebutuhan khusus:a. Bagi anak penderita gangguan visualb. Bagi anak penderita gangguan Pendengaranc. Bagi anak penderita gangguan Fisik-motorikd. Bagi anak penderita gangguan Emosional |
|
Mahasiswa mampu memahami permasalahan-permasalahan dalam pembelajaran sain serta solusinya. |
Masalah-masalah pembelajaran sains dan solusinya. |
|
|
XVI |
UJIAN AKHIR SEMESTER |
|
IV. STRATEGI PERKULIAHAN
- Tatap muka di kelas
- Observasi lapangan
- Simulasi (praktek)
- Studi kepustakaan mendalam
V. EVALUASI PERKULIAHAN
1. Ujian Tengah Semester : 25 %
2. Ujian Akhir Semester : 40 %
3. Tugas (Observasi, paper, praktek) : 25 %
4. Partisipasi kelas : 10 %
VI. KEPUSTAKAAN
Abbruscato, Josep (1997), Teaching Children Science, : Prentice-Hall.IncUSA
Amien, Moch., MA., Dr. (1987), Menggunakan Metode Discovery Dan Inquiry, Jakarta: Dirjen Dikti, P2-LPTK
Bambang Hidayat. (2000), Pengetahuan Alam dan Pengembangannya: Matematikan dan IPA dalam Perguruan Tinggi, Jakarta: Diknas-Dirjen Dikti
Beaty. J. Janice . (1994) Observing Devopment of Young Child. (third Edition). New Jersey: By Prentice-Hall. Inc
Bateman. C.F. (1990). Empowering Your Child : How To Help Your Child Succed In School and in Life. Norfolk, V.A : Hampton Roads. Eliason, Claudia & Jenkin, Lea (1994), Practice/Guide to Early Childhood Curriculum, MacMillan College Pub. Company
Elkin. D. (1981). Child Development and Early Childhood Education : Where do we Stand to day? Young Children.
Estiti B. Hidayat. (2000), Pengetahuan Alam dan Pengembangannya: Pengembangan Sains dasar di LPTK, (editor: Bambang Hidayat dan Sutrisno),
Jakarta: Diknas-Dirjen Dikti
Goleman. D. (1995). Emotional Intelligence. New York : Bantam Books
Holton dan Roller (1958), Foundation of Modern Physical Sciences, Reading, Massachusets: Addison-Wesley
Holman J. (1986), Science and Technology in Society: General Guide for Teachers, College Lane: ASE (Association for Science Education).
Jurgen, Hans (1987), Bergembira Dengan Sains, Bandung: Titian Ilmu
Laurence M. Gould (Suparno, R, (1981), IP dan Kebudayaan Masa Kini, Jakarta: Balai Pustaka
Lundsteen, Sara Wynn & Tarrow, Norma Bernsten (1981), Guide Young Children,
New York : Mc.Graw Hill Book Company
MT Zen, (1981), Sain, Teknologi Dan Hari Depan Manusia, Jakarta: Gramedia
Nggermanto, Agus, 2001. Quantum Quotient (Kecerdasan Quantum). Bandung; Yayasan Nuansa Cendekia.
Nugraha, Ali, 2000, Tumbuh dan Belajar Anak Usia Dini, Bogor: KKB-Bakat
Nugraha, Ali (2003), Pengembangan Sains Pada Anak Usia Dini, Jakarta: Dikti-Depdiknas
Nurmasari sartono (1992/93), Proses Mental Yang Berlangsung Dalam Pembelajaran IPA, Jakarta: Depdikbud-Dikdasmen P2GSLTP
Seefeldt, Carol (1980), Teaching Young Children, New Jersey: Prentice-Hall Inc.
Sembiring RK. (2000), Pengetahuan Alam dan Pengembangannya: Tinjauan Selayang Pandang Perkembangan Sains Dasar di Beberapa Negara (editor: Bambang Hidayat dan Sutrisno), Jakarta: Diknas-Dirjen Dikti
Sumaji, dkk., (1988). Pendidikan Sains Yang Humanistis, Yogyakarta; Kanisius
Sugianto, Mayke, T. (1995). Bermain, Mainan dan Permainan. Jakarta: Depdikbud.
Sund and Corring (1988), Teaching Science Through Discovery (Sith Editition), Columbus: Merryl Pub. Company
Suparno, R, (1981), Ilmu Pengetahuan Idaman atau Ancaman,
Jakarta: Balai Pustaka
Udin S. Winataputra (1992/93), Implikasi Praktis Teori dan Temuan Penelitian Ilmu-Ilmu Perilaku Terhadap Pembelajaran di Sekolah Menengah, Jakrata: Depdikbud-Dikdasmen P2GSLTP
Welton, David A & Mallon, John T (1981), Children and Their World, Strategies For Teaching, Boston: Houghton Milton Company
Ernest Hagel (Indrawati: 1995), Sains, Teknologi dan Masyarakat (SATEMAS),
Bandung: P3G
Djohar (1989), Dimensi Pendidikan Sains Menyongsong Tahun 2000, Yogyakarta: IKIP Yogya